Jika wajah teman lumayan tembem

Kasih tahu supaya diet (he he) lalu aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai lurus ke samping, serong sedikit saja

Sumber:
http://belajarfotografi.com/6-tips-memotret-wajah-dengan-karakteristik-khas/

Jika teman anda dagunya berlipat dua

Aturlah pose-nya agar menatap lurus ke kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu berkurang

Sumber:
http://belajarfotografi.com/6-tips-memotret-wajah-dengan-karakteristik-khas/

Jika teman anda pesek

Potretlah dari depan dan aturlah pose-nya agar muka menatap lurus ke depan

Sumber:
http://belajarfotografi.com/6-tips-memotret-wajah-dengan-karakteristik-khas/

Jika telinga teman anda gede

Aturlah pose mereka supaya hanya satu telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak menonjol

Sumber:
http://belajarfotografi.com/6-tips-memotret-wajah-dengan-karakteristik-khas/

Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak

Gunakan sumber cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari samping akan memperjelas tekstur kerutan ini

Sumber:
http://belajarfotografi.com/6-tips-memotret-wajah-dengan-karakteristik-khas/

Jika kepala teman anda botak

Potretlah dari angle yang rendah (kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan, usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya

Sumber:
http://belajarfotografi.com/6-tips-memotret-wajah-dengan-karakteristik-khas/

Februari 2010

Foto kiriman dari:
Firman Artwork
(http://www.facebook.com/profile.php?id=1279687919)
Menggunakan Sony Ericsson W810i

Januari 2011

Foto kiriman dari:
Wi Jaya
(http://www.facebook.com/profile.php?id=100001042651061)
Menggunakan -

September 2010

Foto Kiriman dari:
Dia Zulva
(http://www.facebook.com/profile.php?id=1331881997)
Menggunakan Nokia N73

April 2009

Foto kiriman dari:
Nur Budi Maryanto
(http://www.facebook.com/profile.php?id=1307814364)
Menggunakan Sony Ericsson K750i, 2 MP

Mei 2010

Kiriman foto dari:
Shinta Marienda
(http://www.facebook.com/dewidoll)
Menggunakan Blackberry 8900 javelin

Kamus Pinter Fotografer


ISBN:9789790338197
Rilis:2009
Halaman:0
Penerbit:Erlangga
Bahasa:Indonesia

Rekayasa Foto Ponsel dengan Adobe Photoshop


Laksamana Media
15x23 cm, 137 hlm
Rp 31.000,-
Cet I, 2008
ISBN:
978-979-17728-1-5

Foto Keren Pake HP


Vincent Bayu TB
15x23 cm, 153 hlm
Rp 33.500,-
Cet I, 2008
ISBN:
978-979-17728-6-0

Jago Tips dan Trik Fotografi Ponsel


Banyak orang beranggapan, untuk menghasilkan karya fotografi yang bagus perlu kamera yang “canggih”. Berarti, kasihan dong bagi orang-orang yang tidak mampu membeli kamera yang “canggih” dengan harga mahal. Anggapan itu, tidak tepat menurut Hadiiswa penulis buku Jago Tips dan Trik Fotografi Ponsel untuk Pemula.

Bagi yang tidak memiliki kamera digital (digicam) jangan bersedih hati. Dengan menggunakan ponsel berkamera pun sebenarnya Anda bisa menghasilkan foto yang cukup bagus dan menarik. Asal si pemotret memahami dasar pengambilan gambar dan penentuan eksekusi yang tepat.

Nah, mulai saat ini Anda jangan segan dan jangan ragu memotret walaupun hanya menggunakan ponsel berkamera. Yang penting ada kemauan, pasti ada jalan. Dan yang lebih penting lagi harus berani mencoba dan terus mencoba.

Oleh karena itu, buku karya Hadiiswa hadir untuk Anda pecinta fotografi menggunakan ponsel , dan tidak membeda-bedakan jenis ponsel berkamera apa yang digunakan. Melalui buku ini, Hadiiswa ingin mengajak pembaca sama-sama berkarya dengan kamera ponsel, walaupun yang masih beresolusi VGA sekalipun.

Buku Jago Tips dan Trik Fotografi Ponsel untuk Pemula ini menguraikan tentang teknik dasar memotret dengan menggunakan ponsel berkamera serta mengedit foto yang dihasilkan dari kamera ponsel agar tampil lebih menarik.

Selain itu, buku terbitan IndonesiaTera ini juga menjelaskan bagaimana memindahkan/mentransfer foto dari ponsel ke hardisk komputer dan cara mencetak foto sendiri dengan mesin printer.

Sumber:
http://indonesiatera.com/Menghasilkan-Foto-Menarik-dengan-Kamera-Ponsel.html

Matahari


- Cari tempat yang menarik agar menampilkan hasil foto yang tampak hangat.

- Perhitungkan waktu pemotretan dengan tepat, setengah jam sebelum dan sesuah matahari terbit atau terbenam adalah saat yang baik untuk melakukan pemotretan.

- Tempatkan matahari atau horison di sepertiga bingkai bagian bawah untuk menonjolkan langit atau di sepertiga bingkai bagian bawah untuk menonjolkan air atau daratan.

- Pantulan cahaya matahari saat terbit atau terbenam secara dramatais akan mencahayai awan dan alam sekitarnya. Saat-saat seperti itulah yang baik untuk diabadikan.

Pemandangan


- Temukan komposisi yang baik dengan cermat.

- Pilih salah satu format pemotretan yang pas untuk melahirkan komposisi yang kuat, horisontal atau vertikal. Horisontal membuat foto terkesan stabil dan luas,s edangkan vertikal menekankan ketinggian dan kedalaman.

- Pilih juga salah satu sifat pemotretan, yaitu low atau high angle. Low angle memberikan vitalitas dan ruang pada pemandangan, sedangkan high angle memberikan kesan membumi.

- Sederhanakan backgroundnya.

- Cahaya dari belakang bersifat menonjolkan bentuk dan lekuk pemandangan, sementara cahaya dari samping menonjolkan kontur dan tekstur pemandangan.

Hewan


- Pusatkan perhatian binatang kesayangan yang akan menjadi objek pemotretan dengan mainan agar ia lebih mudah didekati.

- Hindarkan pemotretan saat binatang sedang bergerak atau beraktifitas.

- Untuk menghasilkan foto yang maksimal, tetap lakukan pemotretan dengan tenag dan tidak tergesa-gesa agar hasil gambarnya tidak goyang.

- Perhatikan masalah pencahayaan agar hasilnya tidak kelihatan gelap.

- Sesekali cobalah untuk memotret objek secara close-up atau lebih dekat.

Gedung, bangunan, atau rumah


- Memotret gedung tidaklah harus secara utuh karena keterbatasan kekuatan kamera yang dimiliki oleh ponsel.

- Tambahkan daya tarik dengan memberikan detail dan dimensi, seperti manusia sebagai latar depan untuk menunjukkan kesan hidup.

- Lakukan pemotretan dengan memilih waktu yang tepat agar foto yang dihasilkan tampak cerah.

- Lakukan pemotretan dari sudut yang berbeda-beda dengan mempertimbangkan cahaya.

- Sesekali potretlah bagian tertentu dari objek yang dianggap menarik.

Manusia


- Ambil sudut pemotretan setinggi mata yang dipotret untuk mendapatkan hasil maksimal. Sudut pemotretan high angle atau dari atas akan membuat objek lebih pendek dan low angle atau dari bawah akan membuat objek lebih tinggi.

- Tampilkan berbagai ekspresi wajah untuk menampilkan perasaan yang berbeda pula.

- Hindarkan objek dari cahaya matahari terutama yang datang dari belakang objek. Jika tidak maka akan menapilkan bayangan hitam atau siluet.

- Hindarkan cahaya langsung yang terlampau keras, sebab selain menghasilakn bayangan tegas di bawah mata dan pipi, cahaya ini juga membuat objek memicingkan mata.

- Latar belakang atau background juga sangat membantu dalam pemotretan. sederhanakan background namun juga bisa membuatnya warna-warni untuk menunjukkan kesan keceriaan.

-Jangan melakukan pemotretan dengan tergesa-gesa karena sesungguhnya kamera ponsel sangat lambat dalam mengeksopos objek, sehingga jika pemotret terlanjur bergerak sebelum kamera melakukan pengeksposan secara penuh maka objek yang terekam akan goyang.

Mengatur komposisi


Pengaturan komposisi akan mebuat foto tampak lebih menarikdan enak untuk dilihat. Aturlah komposisi semenarik mungkin agar foto yang dihasilkan tidak terkesan monoton dan membosankan.

Jangan goyang


Dalam memotret usahakan tangan kita tidak gemetaran saat memencet tombol rana. Usahakan tangan untuk tetap pada tombol rana selama 5 detik setelah pemotretan. Karena karena sesungguhnya kamera ponsel sangat lambat dalam mengekspos objek (kecepatan pengambilannya)

Memotretlah dengan cahaya yang optimal


Sebaiknya memotretlah dengan kondisi cahaya yang tidak terlalu terik atau mendung. Waktu yang optimal dalam melakukan pemotretan adalah pada pagi hari sebelum jam 9 dan sore hari setelah jam 4.

Jarak pemotretan


Kita harus memperhatikan kekuatan kamera kita saat memotret, jangan sampai objeknya jauh terus kita memkaskan untuk tetap memotretnya makan hasilnya bisa saja kabur karena kemampuan kamera ponsel kita yang kurang. Walaupun kini ada fasilitas makro pada tiap ponsel namun tetap saja setiap ponsel memiliki kemampuan jarak pemotretan yang berbeda-beda.

Perhatikan objek dengan baik.


Yang harus diperhatikan sebelum memotret adalah apakah objek yang akan kita potret itu sudah cukup menarik untu diabadikan. Kalau iya, perhatikan lagi dari sudut (angle) mana kita akan mengabadikannya. Jangan hanya menggunakan angle yang sudah umum dilakukan karena itu akan membentuk ciri khas foto Anda dalam memotret nantinya

Fotografi Ponsel: Murah, Mudah, Indah


ISBN: 9792229469, 9789792229462
Oleh:
Atok Sugiarto
Rilis: 2007Fotografi bukan hanya milik mereka yang memiliki kamera SLR atau kamera saku. Kini para pengguna ponsel juga bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk ber-fotografi-ria dari buku Fotografi Ponsel: Murah, Mudah, Indah.
Halaman: 124p
Penerbit: Gramedia
Bahasa: Indonesia
Harga: Rp.65.000

Rule of Third